Bawaslu Ajak Jurnalis Ikut Mengawasi Tahapan Pilpres 2014

0
946

Bawaslu SumutKelompok kerja (Pokja) wartawan yang sehari-hari bertugas di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara dan Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) menggelar acara Diskusi di Kantor Bawaslu Jalan Sei Bahorok Medan, Sabtu (21/6).

Pokja wartawan mengundang nara sumber Pimpinan Bawaslu Bidang Pengawasan Aulia Andri dan moderator Parlindungan Sibuea. Diskusi ini seyogyanya dihadiri Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan kalangan akademisi Shohibul Anshor  Siregar, akan tetapi keduanya berhalangan hadir.

Aulia Andri dalam diskusi yang dihadiri sekitar 20 orang wartawan cetak dan elektronik memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan pengawasan tahapan Pilpres 2014. Menurutnya, ada 4 (empat) kata kunci dalam pengawasan Pemilu Pilpres 2014.

Pertama, kata Aulia adalah akses, dimana semua masyarakat yang sudah memiliki hak untuk memilih mendapatkan akses untuk memilih dan diberikan pelayanan yang baik di TPS tempat mereka nantinya memilih.

Kedua, transparansi. Dimana penyelenggara pemilu harus transparan dalam memberikan informasi dan penyusunan DPT Pilpres 2014. Transparansi dalam hal ini adalah terbuka untuk semua kalangan (umum), dimana DPT Pilpres Sumut yang telah ditetapkan harus benar-benar terbuka kepada masyarakat dan menginformasikannya kepada masyarakat apakah nama mereka sudah terdaftar dan tidak ditemukan lagi pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal atau pindah tempat tinggal.

“Hasil amatan kita dilapangan, Timses pasangan capres dan cawapres juga harus memperhatikan tata cara pemasangan alat peraga kampanye. Karena masih ada kita temukan alat peraga kampanye salah satu pasangan calon yang menggunakan pakaian militer. Hal-hal kecil yang berdampak pada asumsi beragam dari masyarakat harus menjadi perhatian Timses,” tegasnya.

Ketiga, akuntabilitas. Pilpres harus akuntabel dan bisa diukur keberhasilannya agar lebih baik dari Pilpres tahun-tahun sebelumnya. Keempat, partisipasi. Pada Pilpres tahun ini diharapkan tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih meningkat.

“Karena hanya ada dua calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Tingkat partisipasi peserta pemilih terutama untuk kota Medan harus menjadi perhatian kita semua,” tandasnya.

Untuk lebih lancarnya tahapan-tahapan Pilpres 2014, lanjut Aulia Andri, Bawaslu Sumut mengajak jurnalis untuk ikut serta mengawasi agar tidak terjadi kecurangan, kampanye hitam atau sejenisnya. Media dalam penyajian informasi tentang dua pasangan calon haruslah memberikan porsi yang sama dan berimbang.

“Biarkan masyarakat yang menentukan pilihannya. Media sebagai penyampai informasi diharapkan dapat menambah kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi,” kata Aulia Andri. (Jam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here