KPU Sumut Belum Terima Jadwal Kampanye

0
793

KPU Sumut Belum Terima Jadwal Kampanye
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengungkapkan belum menerima jadwal kampanye Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2014 di Sumut. Padahal, masa kampanye dijadwalkan akan dimulai pada 4 Juni.
Akibatnya, hingga saat ini daerah-daerah mana di Sumut yang akan dijadikan lokasi kampanye Pilpres 2014 belum diketahui. “Sampai sekarang belum tahu dimana-mana (lokasi kampanye-red). Belum dapat jadwal kita,” ujar anggota KPU Sumut Yulhasni, di Medan, Selasa (3/6).

Seyogianya, jadwal kampanye Pilpres 2014 diturunkan oleh KPU RI ke KPU Provinsi. KPU Provinsi lalu akan menurunkannya ke KPU kabupaten/kota untuk menentukan lokasi-lokasi kampanye. Jadwal kampanye Pilpres 2014 secara nasional dijadwalkan 4 Juni-6 Juli 2014. “Ketua KPU Sumut Mulia Banurea saat ini tengah berada di Jakarta mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) persiapan pilpres,” lanjut Yulhasni.

Namun meski belum mendapat jadwal, Yulhasni memperkirakan, tidak semua kabupaten/kota di Sumut yang akan dijadikan lokasi kampanye. Menurutnya, hanya beberapa kota besar yang ada di Sumut kemungkinan besar yang akan dijadikan lokasi kampanye. Semisal Medan. Medan diperkirakan akan jadi lokasi kampanye karena jumlah pemilihnya serta lokasinya yang berdekatan dengan kabupaten/tkota lain. “Bayangan kita begitu. Tapi mungkin jadwalnya akan dibawa ketua setelah rakornas di Jakarta,” jelasnya, seraya menambahkan, pihaknya juga belum memiliki daftar jurkam daerah di Sumut.

Logistik Tunggu DPT
Sementara itu pengadaan dan pengerjaan logistik pemilu, sebut Yulhasni, baru akan dimulai setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014.

Saat ini, katanya, mereka tengah memutakhirkan DPSHP Sumut untuk kemudian dijadikan DPT. KPU Sumut rencananya akan menetapkan jumlah DPT antara tanggal 9-11 Juni ini. Setelah penetapan itu, barulah KPU Sumut melakukan pengadaan logistik yang menjadi kewajiban KPU Provinsi. “Kita tunggu dulu DPT-nya ditetapkan baru kita pengadaan logistiknya,” kata Yulhasni, Selasa (3/6).

Dalam setiap pemilu, KPU mulai dari KPU RI, KPU Provinsi hingga KPU kabupaten/kota memiliki kewajiban pengadaan logistik. KPU RI memiliki kewajiban pengadaan surat suara, kotak suara, bilik, tinta, hingga hologram. Sedang KPU Provinsi mengadakan berbagai formulir di TPS. Dalam berita yang dilansir dari rumahpemilu.org, Komisi Pemilihan Umum memperkirakan proses produksi logistik untuk pemilihan presiden ke depan selesai dalam waktu satu minggu.

Persiapan lain yang dilakukan KPU Sumut, sebut Yulhasni, adalah perampingan jumlah TPS. Dalam pilpres kali ini, jumlah TPS yang ada pada pileg lalu diperkirakan jumlahnya akan berkurang karena jumlah maksimal pemilih di TPS dari maksimal 500 pemilih satu TPS menjadi 800 pemilih dalam satu TPS.

“Saat ini, ada 9.896.264 pemilih di Sumut yang masuk DPSHP dengan estimasi jumlah TPS sebanyak 27.600. Jumlah pemilih serta jumlah TPS masih dimungkinkan berubah,” pungkasnya.

Oleh Iskandar z siahaan (medanbisnisdaily.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here