Gagasan Pemilu Serentak Mengemuka dalam FGD Perludem

0
905

FGD Medan2Banyaknya kecurangan dan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan pemilihan umum legislatif (pileg) yang sudah berlangsung 9 April 2014 lalu. Ada beberapa penyelenggara pemilu yang dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik. Menindaklanjuti permasalahan ini, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Kodifikasi Undang-Undang Pemilu di Hotel Aston Medan Jumat (13/6) kemarin.

Peserta yang ikut dalam FGD tersebut adalah komisioner KPU Sumut, KPU Kota Medan, KPU Deli Serdang, Bawaslu Sumut, Panwaslu Kota Medan, NGO dan akademisi.

Terkait dengan pentingnya dilakukan Kodifikasi UU Pemilu, Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menyatakan sangat setuju dilakukannya kodifikasi UU Pemilu. Karena, berdasar pada pengalaman dilapangan, pelaksanaan pilkada dan peraturan KPU tidak sinkron dengan UU Pemilu.

“Terjadi multi tafsir tentang hal ini, tidak hanya di internal tapi di antara penyelenggara pemilu. persoalan pelaksaanaan pemilihan kepala daerah berbeda dengan Pilpres dan Pileg, misalnya dalam penggunaan kartu pemilih. Kemudian terkait dengan pendataan pemilih, pengambilan data pileg dan pilkada sangat berbeda,” paparnya.

Karena, lanjutnya Pileg berbasiskan domisili sementara untuk Pilkada berdasarkan administratif sehingga beda. Dalam waktu dekat, ada 15 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada dan mulai Oktober ini sudah memulai tahapan.

“Harapan kami, lewat diskusi ini ada beberapa masukan yang mendesak untuk disampaikan ke Komisi II DPR RI terkait dengan UU Pemilu dan aturan-aturan yang mengikutinya. Ada petunjuk teknis dari penyelenggara yang tidak sinnkron dengan Bawaslu dan DKPP,” tegasnya.

Seharusnya, tambah Pandapotan penyelenggara pemilu harus duduk bersama dalam membahas berbagai hal terutama bagaimana aturan teknisnya, sehingga tidak berbeda aturan teknis KPU dan Bawaslu. Perbedaan pendapat terhadap aturan seringkali terjadi, padahal rohnya satu UU Pemilu. Ada usulan, mungkin Pemilu serentak sangat efisien karena bisa mengurangi waktu dan biaya. (Jam)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here