Diskusi Perludem Hadirkan Nara Sumber Saldi Isra

0
1193
SALDI ISRA
SALDI ISRA

Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) di Hotel Aston Medan, Jumat (13/6) mengangkat topik tentang Kodifikasi Undang-undang Pemilu yang diantaranya membahas kajian Pemilu serentak tahun 2019, perlu ada UU yang sinkron antara UU Pilpres dan Pileg, banyaknya UU yang pengaturannya berbeda-beda seperti UU Pemilukada, pemilu legislatif dan pemilihan umum presiden serta evaluasi terhadap aturan apa yang perlu direvisi atau diperbaiki di masa yang akan datang.

Untuk diskusi di Medan, menurut Lia sebagai perwakilan Perludem menghadirkan Guru Besar Hukum Tata Negara dan Direktur Pusat Studi Konstitusi FH Universitas Andalas, Saldi Isra. Peserta diskusi yang hadir adalahHelen Napitupulu (Panwaslu Kota Medan), Pandapotan Tamba (Komisioner KPU Kota Medan), Evi Novida Ginting (Komisioner KPU Provinsi Sumut), Timo Dahlia Daulay (Komisioner KPU Kab Deli Serdang), Ranggini (aktivis perempuan), Redima Gultom (aktivis), Nur Aida (aktivis), Juniati Aritonang (aktivis), Rurita Ningrum (Fitra Sumut), Ahmad Taufan Damanik  (FISIP USU) dan Chairul Fahmi (Padang).

Acara diskusi berlangsung sangat alot, karena masing-masing penyelenggara pemilu menceritakan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan selama pelaksanaan Pileg 2014 lalu.

Evi Novida Ginting misalnya, Komisioner Bidang Hukum ini menceritakan pernak-pernik tahapan dan penyelenggaraan Pemilu Legislatif yang diwarnai dengan berbagai bentuk kecurangan. Kecurangan dan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu akhirnya berujung kepada pemecatan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (Jam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here