Bimtek Tak Langsung Membuat Petugas PPS Paham Tata Cara Pemilu Pilpres

0
1122

kpuBimbingan teknis (Bimtek) dan sosialisasi yang dilakukan KPU Sumut maupun KPU Kabupaten/Kota terhadap petugas pemilihan umum (Pemilu) presiden yang akan digelar 9 Juli 2014 mendatang tidak lantas membuat petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilapangan langsung paham semua tata cara Pemilu Pilpres.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga di acara Pelatihan Penulisan Feature Pemilu bagi Jurnalis Cetak dan Online di Grand Sakura Hotel, Senin (2/6).

Lebih lanjut Benget menyampaikan bahwa persoalan yang ada selama pelaksanaan Pemilu 9 Apri lalu, dari hasil evaluasi kita masih banyak SDM petugas PPS di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Contoh dilapangan adalah, ketika pemilih lupa membawa undangan C-6, tapi namanya terdaftar di DPT TPS dimaksud dan menunjukkan KTP yang beralaman sesuai DPT, petugas justru mengatakan agar pemilih menunggu dulu sampai jam 12 siang. Padahal, pemilih yang seharusnya dipersilahkan menunggu adalah pemilih yang terdaftar di DPKTb,” paparnya.

Seharusnya, kata Benget petugas tak perlu mempersulit pemilih untuk segera memberikan hak suaranya jika benar terdaftar di DPT TPS dimaksud. KTP atau KK sudah menjadi bukti sah kewarganegaraan dan bukti sah untuk berpartisipasi memberikan hak suaranya di TPS.

“Kita berharap, pada Pemilu Pilpres nanti petugas dilapangan tidak lagi mempersulit warga dalam memberikan hak suaranya. Jika memang terdaftar di TPS dan namanya tercantum di TPS yang dimaksud, ya petugas harus mempersilahkan warga tersebut untuk memberikan suaranya,” tandas Benget.

Untuk permasalahan seperti ini, tegas Benget masyarakat juga harus ikut memberikan teguran atau masukan terhadap petugas. Atau paling tidak mengingatkan petugas agar jangan kaku dalam menjalankan aturan-aturan yang ada (Jam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here