Polemik DPKTb Pilpres Jangan Sampai Terulang Lagi

0
6119

 

Komisioner KPU Sumut,  Nazir Salim Manik
Komisioner KPU Sumut, Nazir Salim Manik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengingatkan KPU kabupaten/kota khususnya yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) dalam waktu dekat untuk belajar dari polemik daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) Pilpres 2014 yang menjadi persoalan.

Menurut Komisioner KPU Sumut Zazir Salim Manik saat rapat dengan komisioner lainnya, Jumat (28/8) perlu ada terobosan dalam memperbaiki pendataan pemilih. Belajar dari polemik DPKTb Pilpres perlu adanya peningkatan kapasitas penyelenggara di tingkat bawah khususnya tentang teknis pendataan pemilih.

“Bimbingan teknis perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggara di tingkat bawah. Ketidakcermatan dalam hal DPKTb atau DPT secara umum harus diantisipasi dengan efektifitas bimtek bagi penyelenggara dibawah, agar apa yang terjadi di Pilpres tidak terjadi di Pilkada,” kata Nazir.

Penningkatan bimtek, lanjut Nazir sangat penting, karena berdasarkan analisis mereka, menggelembungnya DPKTb lebih karena kurangnya pemmahaman penyelenggara. Seperti yang terjadi pada Pilpres lalu, banyak pemilih yang sebenarnya masuk DPT namun tidak mendapatkan undangan memilih dimasukkan ke DPKTb. Jelas ini adalah hal yang keliru karena, pemilih DPkTb adalah pemilih yang tidak masuk DPS, DPT, atau DPK sehingga terpaksa harus dimasukkan kedalam DPKTb.
Dengan peningkatan kemampuan lewat bimtek ini, ketidakcermatan ini bisa diperbaiki.

Polemik DPKTb kata Nazir Salim Manik menyeret integritas penyellenggara. Tetapi kalau kita cermati, tidak semua TPS yang angka DPK dan DPKTb nya membengkak. Karena itu perlu peningkatan kapasitas sehingga kalau bisa DPK dan DPKTb itu tidak ada lagi karena semua pemilih sudah terakomodir di DPT. JMS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here