Bawaslu : Jangan Gunakan C6 Orang Lain

0
1274
Formulir Model C6 (undangan untuk memilih)
Formulir Model C6 (undangan untuk memilih)

Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara Bidang Pengawasan Aulia Andri ingatkan masyarakat agar tidak menggunakan formilir model C6 milik orang lain. Tindakan ini merupakan pelanggaran pidana pemilu dan diancam 18 bulan kurungan penjara serta denda Rp18 juta.

“Jangan menggunakan C6 orang lain dengan alasan apapun, karena ini pelanggaran pemilu. Hukumannya penjara dan denda,” kata Aulia Andri, Senin (7/7).

Sesuai dengan pasal 235 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, lanjut Aulia setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 18 bulan. Selain penjara juga diancam denda paling sedikit Rp 6 juta sampai Rp 18 juta.

“Kalau ada yang menyuruh dengan menjanjikan sesuatu baik dalam bentuk barang atau uang, jangan diterima,” tandasnya.

Selain menggunakan C6 orang lain, kata Aulia Andri, Bawaslu juga mengingatkan masyarakat tidak memilih lebih dari satu kali. Pasal 236 undang-undang Pilpres disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suaranya lebih dari satu kali dipidana dengan pidana penjara 6 bulan sampai 18 bulan dan denda Rp 6
juta sampai Rp 18 juta.

“Penyelenggara pemilu juga diingatkan agar menyerahkan C6 sebelum pemungutan suara. Hasil monitoring Bawaslu ke sejumlah kabupaten/kota, hingga H-2 masih banyak pemilih yang belum menerima C6. Dalam aturan tegas disebutkan, C6 diterima pemilih paling lama 3 hari sebelum pemungutan suara,” tegasnya.

Masih berdasar pada UU Pilpres Pasal 202, tambah Aulia dimana setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, dipidana dengan pidana penjara 1 sampai 2 tahun dan denda Rp12 juta sampai Rp 24 juta. (Jam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here