Kaum Marginal juga Punya Hak yang Sama dalam Pemilu

0
1325
Pelatihan Penulisan Feature untuk Jurnalis bagaimana meliput Pilpres dengan Agenda   Pemilih Marginal
Pelatihan Penulisan Feature untuk Jurnalis bagaimana meliput Pilpres dengan Agenda Pemilih Marginal

Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif lalu, kaum marginal masih sering terabaikan. Sampai hari ini pun, kelompok-kelompok marginal seperti kaum disabilitas atau orang dengan keterbatasan fisik, kaum difabel, pemilih pemula, kaum perempuan, masyarakat miskin kota dan penderita penyakit kusta masih sering terabaikan dan sosialisasi tentang Pemilu hampir tidak ada diberikan kepada mereka.

Akibatnya, partisipasi dan kesempatan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum dan pemilu presiden sangat kurang. Menurut Direktur Eksekutif KIPPAS, J Anto, Senin (30/6) media massa baik cetak dan elektronik seringkali tidak member porsi kepada pemberitaan keberadaan mereka

“Padahal mereka punya hak dalam Pemilu itu. Karena pemilu untuk semua masyarakat Indonesia. Jadi melalui tulisan features Pemilu dari jurnalis ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pemilu bagi jurnalis,” kata Direktur Eksekutif KIPPAS, J Anto dalam pelatihan penulisan feature pemilu bagi jurnalis meliput Pilpres dengan agenda pemilih marginal angkatan XII, Senin (30/6/2014).

Pelatihan  untuk angkatan ke XII yang diikuti 12  peserta dari tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2014 di hotel Grand Sakura ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan mengenai proses, tahapan, potensi konflik dan sistem pemilu.

“Advokasi terhadap kelompok pemilih marginal masih jarang dilakukan oleh media, mengingat isu yang banyak diangkat oleh media umumnya masih bersifat umum tentang pelaksanaan pemilu dan informasi tentang partai politik,” katanya.

Untuk itu, peran media massa dan jurnalis diharapkan bisa menyokong kelompok pemilih marginal, seperti pemilih pemula, perempuan, kaum difabel, dan masyarakat marginal untuk mendapatkan haknya dalam proses menentukan pemimpin mereka.

” Peran jurnalis sangat membutuhkan pemahaman yang baik agar tidak memberikan informasi yang dangkal kepada masyarakat, serta meminimalkan sikap apatis masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu,” katanya. (Jam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here