Myntra coupons site- fashion shop for casual, footwear,wear kurti, wallet,loafer,fastrack, roadster

top Flipkart coupon voucher code and shop for moto phone,kurtis, new handbag, book,headphone, samsung electronic big order

abof coupons code 2017

promo coupon code for brands like Flipkart, myntra, Amazon, godaddy, Shopclues, pizza hut, dominos and more best deals

Home » Artikel » Surat Terbuka kepada Caleg Terpilih

Surat Terbuka kepada Caleg Terpilih

Surat TerbukaKepada yang terhormat, calon legislatif (caleg) terpilih untuk DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Kesan pertama yang ingin saya sampaikan adalah selamat telah berhasil menjadi wakil rakyat yang akan duduk di parlemen selama lima tahun ke depan.

Beberapa hari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan perolehan kursi partai dan penetapan calon legislatif (caleg) terpilih untuk DPR RI dan DPD RI. Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota pun KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota telah menetapkan caleg terpilih yang akan duduk di parlemen 5 tahun ke depan (Periode 2014 – 2019).

Untuk DPR RI, Sumut mengutus wakilnya sebanyak 30 orang dari 3 dapil di Sumatera Utara (Sumut I, Sumut II dan Sumut III). Dari 30 caleg terpilih ada 3 orang perempuan yang berhasil lolos ke Senayan. Caleg DPR RI dari Sumut didominasi wajah-wajah baru yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi Sumut.

Sementara caleg terpilih untuk DPRD Sumut jumlahnya 100 orang dari 12 daerah pemilihan yang ada di Sumatera Utara (33 kabupaten/kota). Dari 100 orang caleg terpilih ada sekitar 75 orang wajah baru dan sisanya 25 orang caleg incumbent. Kemudian ada 13 orang perempuan yang lolos menjadi caleg terpilih untuk duduk di DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. Dari nama-nama yang terpilih dan dimoninasi oleh wajah baru menjadikan DPRD Sumut akan berubah suasananya. Ada juga satu dapil yang semua caleg terpilihnya adalah wajah baru, yaitu dapil Sumut 11 (Karo, Dairi dan Pakpak Bharat).

Setelah caleg terpilih DPRD Provinsi, kita juga perlu mengapresiasi caleg terpilih untuk Kota Medan yang jumlahnya 50 orang. Kota Medan dibagi menjadi 5 daerah pemilihan (Dapil Medan 1, Medan 2, Medan 3, Medan 4 dan Medan 5). Nama-nama caleg terpilih juga sudah diumumkan dan perolehan kursi terbanyak diraih oleh PDI Perjuangan disusul Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat.

Kepada caleg incumbent, ritme kerja seorang anggota dewan pastilah sudah dialami selama lima tahun dan menjadikannya sebagai rutinitas selama lima tahun. Mulai dari sidang-sidang, kunjungan kerja dan reses, caleg incumbent pasti sudah sangat tahu betul apa tugas dan fungsinya. Paling juga yang membedakan adalah ketika berpindah dari komisi A ke komisi B atau dari Komisi B ke komisi C atau D.

Yang baru pertama kali lolos, selamat datang di gedung dewan yang terhormat. Selamat bergabung dengan anggota dewan yang sebelumnya telah menjalani rutinitas sebagai wakil rakyat. Lima tahun ke depan, caleg terpilih yang baru akan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan memperjuangkan suara hati nurani rakyat, terutama daerah tempat caleg terpilih (konstituennya).

Menjadi wakil rakyat tidak mudah, perlu proses dan sosialisasi diri sejak jauh-jauh hari. Walaupun pada kenyataannya ada juga caleg yang terpilih tak perlu menjalani proses panjang untuk mengenalkan dirinya, tapi bisa berhasil dan akan duduk di salah satu kursi dewan yang terhormat.

Dalam surat terbuka ini, saya tidak mempersoalkan bagaimana prosesnya caleg terpilih bisa berhasil dan akhirnya duduk di salah satu kursi dewan yang terhormat. Yang menjadi pertanyaan sekaligus harapan saya, harapan semua masyarakat adalah apakah nantinya caleg terpilih akan pilih menjalankan tugas sesuai dengan janji-janjinya sewaktu kampanye. Atau menjalankan tugas dengan penuh integritas, jujur dan mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Masyarakat tidak menginginkan caleg terpilih yang hanya mementingkan diri sendiri dan kepentingan kelompoknya. Menjadi caleg terpilih berarti siap mengemban tugas yang diamanahkan rakyat.

Menjadi caleg terpilih, jangan jadi caleg Wiro “212” Sableng atau setelah duduk menjadi anggota dewan Wiro Sableng 212. Pengertian angka 212 ini adalah, 2 (dua) tahun pertama hanya bekerja sesuai dengan target ingin mengembalikan uang yang telah habis digunakan selama mencalonkan diri dari caleg sementara, caleg tetap, sosialisasi, kampanye dan akhirnya terpilih. Setelah itu, 1 (satu) tahun berikutnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk negara. Sisa 2 (dua) tahun berikutnya adalah mulai blusukan dan pencitraan dengan sering-sering turun ke konstituennya.

Di dua tahun terakhir ini, biasanya anggota dewan akan menunjukkan niat baiknya dengan sering-sering memberikan bantuan kepada rumah ibadah, acara-acara perkumpulan marga dan acara-acara lainnya. Itu pun kalau anggota dewannya ingin kembali maju pada periode berikutnya.

Masyarakat juga tidak menginginkan anggota dewan yang hanya mengejar dana BANSOS dan mengejar paket-paket proyek Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di bawah koordinasi masing-masing komisi. Walaupun saat ini setiap kali diadakan tender proyek, pihak penyedia proyek telah melakukan tender secara online dan transparan.

Akan tetapi, yang namanya sudah memiliki tabiat korup, para penyelenggara negara, entah bertugas di lingkungan eksekutif, legislatif maupun lembaga yudikatif tidak semata ladang pengabdian bagi kemaslahatan bangsa dan negeri ini. Kewenangan yang ada dalam genggaman mereka juga ada aset yang berpotensi untuk dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri, kerabat maupun kelompoknya.

Faktor Integritas
Ketika sebuah kesempatan ada di depan mata, dan faktor kekuasaan para penyelenggara negara termasuk anggota legislatifnya seringkali lupa kalau tugas mereka sebagai wakil rakyat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperjuangkan nasib rakyat. Bukan malah sebaliknya memperjuangkan nasib diri sendiri dan menumpuk harta untuk diri sendiri.

Tidak hanya jabatan di pemerintahan, anggota legislatif juga sangat dekat dengan objek transaksional yang begitu menggiurkan terutama bagi anggota dewan yang bertabiat rakus dan tak lagi mendengar suara nuraninya. Hantam kromo saja dan dengan seenaknya melakukan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap memiliki kesalahan (setelah mencari-cari kesalahannya).

Lewat surat terbuka ini, kami sangat mengharapkan kinerja angota dewan lima tahun ke depan bisa lebih baik dan memberikan pencerahan baru bagi masyarakat. Dalam perjalanan tugas sebagai anggota dewan, mereka mempunyai yang namanya badan kehormatan dewan yang mengawasi kinerja para anggota dewan apabila ada laporan dari masyarakat maupun dari pemerintah.

Undang-undang yang mengatur dan memagari para legislatif agar tidak melakukan korupsi juga sudah ada. Persoalan sesungguhnya bukan pada peraturan perundangundangan dan penegakan hukum yang keras atau justru memilah-milah. Justru faktor integritas yang menjadi penentu bagi anggota dewannya dan mereka benar-benar kebal terhadap iming-iming uang maupun materi lainnya yang berada di depan mata demi untuk meluluskan satu kebijakan, perda, atau ijin sebuah perusahaan.

Pesan terakhir kepada caleg terpilih dalam surat terbuka ini adalah bekerjalah dengan penuh tanggungjawab, berintegritas dan mendahulukan kepentingan rakyat banyak. Dengan berintegritas, caleg terpilih tak perlu risau jika ingin maju kembali di periode berikutnya karena sudah teruji dan dipercaya masyarakat.

Kinerja caleg terpilih ke depan juga kita harapkan jauh dari tekanan partai politik pengusungnya. Partai politik jangan menjadikan anggota legislatifnya sebagai sapi perah yang akhirnya berdampak pada kinerja sang anggota dewannya. Selamat bertugas kepada caleg terpilih, jadilah caleg yang berintegritas dan dicintai oleh rakyat.

James P. Pardede

Check Also

Kaum Miskin Kota Tak Pernah Berharap Lebih pada Pemerintah

Oleh : James P Pardede Matahari pagi terasa panas dan menusuk ke pori-pori, pukul 09.00 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *