Myntra coupons site- fashion shop for casual, footwear,wear kurti, wallet,loafer,fastrack, roadster

top Flipkart coupon voucher code and shop for moto phone,kurtis, new handbag, book,headphone, samsung electronic big order

abof coupons code 2017

promo coupon code for brands like Flipkart, myntra, Amazon, godaddy, Shopclues, pizza hut, dominos and more best deals

Home » Berita » Ghandy November: Milenial Tidak Suka Konten Politik Berbentuk Formal

Ghandy November: Milenial Tidak Suka Konten Politik Berbentuk Formal

Serdang Bedagai – Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kreasi dan Inovasi Sosialisasi Pilkada yang dilaksanakan di Theme Park Hotel Pantai Cermin oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Utara (Sumut), youtuber Medan Motovlog Ghandy November mengatakan generasi melinial tidak menyukai konten sosialisasi yang bersifat formal. Misalnya, konten sosialisasi yang sangat kaku tanpa ada unsur komedi atau logat khas suatu daerah jarang dilirik oleh generasi milenial karena merasa bosan. Hal ini dikatakannya pada Jumat, (23/3) saat menyampaikan materi sosialisasi Pilkada dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu)berbasis media sosial.

Dalam melakukan sosialisasi Pilkada dan Pilgubsu, hal yang harus diperhatikan adalah penyajian konten. Ghandy menyarankan seluruh peserta bimtek yang terdiri dari komisioner KPU kabupaten/kota divisi partispasi masyarakat dan sosialisasi untuk membagi persantase konten ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah konten yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU baik itu kegiatan internal maupun kegiatan eksternal. Sedangkan bagian kedua adalah konten yang berkaitan dengan kepemiluan seperti sejarah pemilu di Indonesia, fakta-fakta unik tentang pemilu dan lainnya. “Persentasenya 40% untuk kegiatan KPU dan 60% untuk informasi-informasi yang berkaitan dengan pemilu,” tambahnya.

Selanjutnya Ghandy juga menyarankan agar pengelola akun media sosial sosialisasi Pilkada dan Pilgubsu mengikuti tren yang sedang berkembang dan viral di media sosial. Kemudian, bentuk konten yang sedang viral tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sosialisasi di masing-masing daerah regulasi yang mengatur tentang prinsip-prinsip dasar dalam memberikan informasi kepemiluan terhadap masyarakat luas.

“Semisal KPU membuatkan meme “Aku ramal kita akan berjumpa di TPS” pada foto Dilan dan Milea di mana film Dilan 1990 sedang hangat-hangatnya di masyarakat Indonesia,” tambah Ghandy.

Untuk membuat suatu konten menjadi viral di media sosial, diperlukan konsistensi dalam menyajikan konten yang positif di media sosial. Ghandy tak sepakat dengan pembuatan konten yang asal-asalan dan berlawanan dengan etika norma-norma kesopanan kemudian di-viral-kan kepada masyarakat. “Kita juga harus turut andil dalam menimbulkan optimism generasi muda terhadap masa depan bangsa yang nantinya akan ditentukan oleh pilihan mereka saat memilih di Pilkada maupun Pilgubsu,” tutupnya.

Check Also

Daftar Penerimaan Dana Kampanye Pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah

Daftar Penerimaan Dana Kampanye Pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah dapat di download di sini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *